Cinta & Wibawa

Ada pertanyaan yang menarik dalam satu email yang saya terima, yaitu supaya dicintai banyak orang dan juga berwibawa. Ini menjadi sangat menarik, karena kedua hal tersebut biasanya menjadi masalah fundamental dalam menghadapi kegiatan sehari-hari.

Dicintai banyak orang, bertujuan agar orang lain senang berdekatan dengan kita, senang membantu kita, memiliki banyak kawan, sedikit sekali musuh, dalam kaitan usaha, agar rekan bisnis percaya dan senantiasa ingat kepada kita, dalam kaitan percintaan, agar mudah mendapatkan kekasih dan kekasih yang kita miliki senantiasa mencintai kita, dsb. dsb.

Sedang berwibawa, lebih pada konteks kekuasaan, agar orang enggan, takut, sungkan ketika berdekatan dengan kita, dihormati, terlihat kharismatik, agar segala omongan kita didengar dan diperhatikan dsb. dsb.

Walaupun keduanya memiliki nilai-nilai positif, tetapi juga mengandung potensi negatif.

Dalam kehidupuan nyata, bisa saja seseorang memiliki keduanya, dicintai dan juga berwibawa. Tetapi kalau saya dihadapkan pada pilihan harus pilih mana, dicintai atau berwibawa, maka jelas dan pasti saya akan memilih dicintai.

Rasanya dicintai banyak orang lebih menyenangkan dibandingkan dihormati banyak orang. Dicintai banyak orang lebih aman ketimbang ditakuti orang. Dicintai banyak orang bisa menjamin finansial kita dibandingkan orang lain enggan dan sungkan ketika berdekatan dengan kita. Dan yang paling utama adalah dengan dicintai orang banyak, kita tidak perlu jaim (jaga image), berpotensi munafik, dan bisa menjadi diri kita apa adanya.

2 comments on “Cinta & WibawaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>